Memotret anak-anak adalah salah satu pekerjaan fotografi yang paling menantang sekaligus menyenangkan. Mereka penuh energi, mudah berubah suasana hatinya, suka bergerak, dan sulit diatur. Namun justru dari ketidakteraturan itulah muncul foto-foto terbaik yang jujur, spontan, dan penuh cerita.
Bagi fotografer keluarga, orang tua, atau siapa pun yang ingin mengabadikan masa kecil dengan lebih indah, berikut panduan lengkap memotret anak-anak yang ramah pemula dan efektif untuk fotografer profesional.
1. Miliki Kesabaran — Kunci Utama Memotret Anak
Anak-anak biasanya tidak nyaman diarahkan. Ada yang pemalu dan takut kamera, ada yang menolak sambil teriak, “Jangan foto saya!”, ada juga yang langsung kabur. Hal-hal seperti ini wajar terjadi.
Karena itu, kesabaran adalah senjata paling penting dalam memotret anak-anak. Jangan memaksa mereka mengikuti pose tertentu. Ikuti ritme mereka, perhatikan apa yang membuat mereka nyaman, dan biarkan interaksi berjalan alami.
Justru ekspresi mereka yang spontan dan polos inilah yang menjadi daya tarik utama foto anak-anak.
Contoh momen:
Rasya membantu ayah membersihkan alas sangkar burung — aktivitas sederhana yang berubah menjadi foto penuh emosi.
 |
| Aktivitas-anak-yang-menjadi-foto-penuh-emosi |
2. Selalu Siap Menangkap Momen Berharga
Anak-anak tidak memberi “warning” ketika momen bagus terjadi. Mereka sering tiba-tiba tertawa, melompat, atau melakukan sesuatu yang lucu. Maka, fotografer harus selalu siap dalam segala kondisi.
Checklist kesiapan:
Saya selalu menekankan kepada siswa fotografi:
“Kesempatan terbaik datang tanpa pemberitahuan. Siapa yang siap, dialah yang menangkap.”
Contoh momen:
Anak tertawa saat disemprot ayah saat mandi — spontan, tidak bisa diulang, dan priceless.
 |
| Momen-anak-mandi-spontan-tidak-bisa-diulang |
3. Turunkan Kamera, Samakan Perspektif Dengan Anak
Kesalahan umum fotografer pemula adalah memotret anak dari atas (top-view).
Hasilnya: anak terlihat kecil, tertekan, dan kurang menarik.
Solusinya, turunkan posisi kamera hingga sejajar dengan mata anak.
Manfaatnya:
-
Ekspresi anak terlihat lebih natural
-
Kedekatan emosional lebih kuat
-
Proporsi tubuh lebih seimbang
-
Latar belakang lebih menarik
Jika perlu:
Fotografi anak = olahraga ringan!
4. Gunakan Cahaya Alami, Hindari Flash Berlebihan
Pertanyaan klasik:
“Kapan harus pakai flash?”
Jawabannya dua:
-
Saat cahaya tidak cukup
-
Saat cahaya tidak bagus
✦ Jika cahaya kurang terang
Gunakan:
✦ Jika cahaya tidak bagus
Misalnya terlalu kontras atau backlight keras. Flash lembut bisa membantu menyeimbangkan.
Namun untuk foto anak-anak, flash on-camera langsung ke wajah sebaiknya dihindari. Lebih nyaman menggunakan:
Cahaya alami membuat foto lebih hangat dan ekspresif.
5. Gunakan Mode Fokus yang Tepat untuk Objek Bergerak
Anak-anak tidak pernah diam, jadi mode fokus sangat menentukan.
Pilih:
Pada mode continuous:
Jika kamera mendukung burst mode, manfaatkan:
Fotografi anak = memotret gerak, bukan pose.
6. Jadilah Teman Bermain — Bukan Hanya Fotografer
Sebelum memotret, buat anak merasa nyaman.
Caranya:
Ketika anak merasa aman, foto akan berubah drastis:
-
Ekspresi lebih lepas
-
Senyum lebih natural
-
Gerakan lebih spontan
-
Tidak takut kamera
Contoh momen:
Anak-anak saling meledek saat bermain — ekspresi yang sulit didapat bila kita terlalu formal.
7. Biarkan Anak Menjadi Diri Sendiri
Inilah prinsip emas memotret anak:
Jangan terlalu mengatur.
Yang sebaiknya dihindari:
-
❌ Menyuruh anak melakukan pose tertentu
-
❌ Memaksa mereka agar diam
-
❌ Marah saat mereka tidak mengikuti instruksi
-
❌ Berteriak hanya untuk mendapatkan gambar
Yang sebaiknya dilakukan:
Kadang hanya ada satu foto yang benar-benar sempurna, dan itu sudah cukup.
Kesimpulan:
Foto Terbaik Selalu Datang dari Keaslian
Memotret anak bukan hanya tentang teknis kamera. Ini tentang:
Dengan kesabaran, kesiapan, pencahayaan yang tepat, dan kemampuan membaur dengan mereka, Anda akan menghasilkan foto yang penuh cerita — bukan sekadar gambar.
Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan fotografi, praktikkan tips di atas dan terus belajar. Anda bisa memperdalam ilmu fotografi di HOP Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Penutup :
“Setiap detik masa kecil tidak akan terulang. Jangan biarkan momen berharga itu hanya lewat begitu saja. Pegang kamera Anda — dan abadikan dunia mereka sebelum berubah.”
Ingin panduan fotografi lainnya? Tinggalkan komentar, bagikan pengalaman Anda, atau minta topik fotografi apa yang ingin dibahas berikutnya!
Sumber:
Ang, Tom. Digital Photography Masterclass. New York: Dorling Kindersley, 2016.
Busselle, Michael. Better Digital Photography. London: Collins & Brown, 2005.
Freeman, Michael. The Photographer’s Eye: Composition and Design for Better Digital Photos. Oxford: Focal Press, 2007.
Hedgecoe, John. The New Manual of Photography. London: Dorling Kindersley, 2011.
Kelby, Scott. The Digital Photography Book. Vol. 1–5. Berkeley: Peachpit Press, 2013.
Langford, Michael. Langford’s Basic Photography. 10th Edition. Oxford: Focal Press, 2010.
London, Barbara, and Jim Stone. A Short Course in Photography: Digital. New Jersey: Pearson Education, 2014.
Peterson, Bryan. Understanding Exposure: How to Shoot Great Photographs with Any Camera. New York: Amphoto Books, 2016.
Rowlands, David. “Children Photography Tips and Techniques.” Digital Photography School, 2020.
Sammon, Rick. Photography Secrets: How to Shoot Great Pictures. New York: W. W. Norton & Company, 2019.
Strobist. “Lighting 101: Understanding Light for Better Photography.” Strobist.com, diakses 2025.