Minggu, 12 Februari 2017

7 Teknik Ampuh Memotret Anak Agar Natural & Ekspresif — Fotografer Wajib Tahu!

       Memotret anak-anak adalah salah satu pekerjaan fotografi yang paling menantang sekaligus menyenangkan. Mereka penuh energi, mudah berubah suasana hatinya, suka bergerak, dan sulit diatur. Namun justru dari ketidakteraturan itulah muncul foto-foto terbaik yang jujur, spontan, dan penuh cerita.

Bagi fotografer keluarga, orang tua, atau siapa pun yang ingin mengabadikan masa kecil dengan lebih indah, berikut panduan lengkap memotret anak-anak yang ramah pemula dan efektif untuk fotografer profesional.

1. Miliki Kesabaran — Kunci Utama Memotret Anak

Anak-anak biasanya tidak nyaman diarahkan. Ada yang pemalu dan takut kamera, ada yang menolak sambil teriak, “Jangan foto saya!”, ada juga yang langsung kabur. Hal-hal seperti ini wajar terjadi.

Karena itu, kesabaran adalah senjata paling penting dalam memotret anak-anak. Jangan memaksa mereka mengikuti pose tertentu. Ikuti ritme mereka, perhatikan apa yang membuat mereka nyaman, dan biarkan interaksi berjalan alami.

Justru ekspresi mereka yang spontan dan polos inilah yang menjadi daya tarik utama foto anak-anak.

Contoh momen:
Rasya membantu ayah membersihkan alas sangkar burung — aktivitas sederhana yang berubah menjadi foto penuh emosi.

Aktivitas-anak-yang-menjadi-foto-penuh-emosi

2. Selalu Siap Menangkap Momen Berharga

Anak-anak tidak memberi “warning” ketika momen bagus terjadi. Mereka sering tiba-tiba tertawa, melompat, atau melakukan sesuatu yang lucu. Maka, fotografer harus selalu siap dalam segala kondisi.

Checklist kesiapan:

  • Kamera dalam kondisi ON

  • Lensa sudah dipilih sesuai situasi

  • Setting dasar sudah diatur

  • Baterai dan memori cukup

  • Posisi mudah bergerak

Saya selalu menekankan kepada siswa fotografi:

“Kesempatan terbaik datang tanpa pemberitahuan. Siapa yang siap, dialah yang menangkap.”

Contoh momen:
Anak tertawa saat disemprot ayah saat mandi — spontan, tidak bisa diulang, dan priceless.

 

Momen-anak-mandi-spontan-tidak-bisa-diulang

3. Turunkan Kamera, Samakan Perspektif Dengan Anak

Kesalahan umum fotografer pemula adalah memotret anak dari atas (top-view).
Hasilnya: anak terlihat kecil, tertekan, dan kurang menarik.

Solusinya, turunkan posisi kamera hingga sejajar dengan mata anak.

Manfaatnya:

  • Ekspresi anak terlihat lebih natural

  • Kedekatan emosional lebih kuat

  • Proporsi tubuh lebih seimbang

  • Latar belakang lebih menarik

Jika perlu:

  • Jongkok

  • Duduk di lantai

  • Merayap di pasir

  • Tiarap saat mereka bermain

Fotografi anak = olahraga ringan!

4. Gunakan Cahaya Alami, Hindari Flash Berlebihan

Pertanyaan klasik:
“Kapan harus pakai flash?”

Jawabannya dua:

  1. Saat cahaya tidak cukup

  2. Saat cahaya tidak bagus

✦ Jika cahaya kurang terang

Gunakan:

  • Aperture besar (f/1.8 – f/2.8)

  • ISO menyesuaikan

  • Shutter speed cukup cepat agar foto tidak blur

✦ Jika cahaya tidak bagus

Misalnya terlalu kontras atau backlight keras. Flash lembut bisa membantu menyeimbangkan.

Namun untuk foto anak-anak, flash on-camera langsung ke wajah sebaiknya dihindari. Lebih nyaman menggunakan:

  • Cahaya jendela

  • Cahaya pantul dari dinding

  • Cahaya pagi atau sore

Cahaya alami membuat foto lebih hangat dan ekspresif.

5. Gunakan Mode Fokus yang Tepat untuk Objek Bergerak

Anak-anak tidak pernah diam, jadi mode fokus sangat menentukan.

Pilih:

  • AF-C / Continuous Focus untuk objek bergerak

  • AF-S / One Shot untuk pose diam

Pada mode continuous:

  • Kamera mengikuti pergerakan anak

  • Fokus tetap tajam meski mereka mendekat atau menjauh

Jika kamera mendukung burst mode, manfaatkan:

  • 3–10 foto per detik

  • Potensi menangkap ekspresi terbaik jauh lebih besar

Fotografi anak = memotret gerak, bukan pose.

6. Jadilah Teman Bermain — Bukan Hanya Fotografer

Sebelum memotret, buat anak merasa nyaman.
Caranya:

  • Ajak ngobrol

  • Ikut bermain

  • Bercanda ringan

  • Menirukan gaya mereka

  • Menjadi “anak kecil” untuk sementara

Ketika anak merasa aman, foto akan berubah drastis:

  • Ekspresi lebih lepas

  • Senyum lebih natural

  • Gerakan lebih spontan

  • Tidak takut kamera

Contoh momen:
Anak-anak saling meledek saat bermain — ekspresi yang sulit didapat bila kita terlalu formal.

7. Biarkan Anak Menjadi Diri Sendiri

Inilah prinsip emas memotret anak:
Jangan terlalu mengatur.

Yang sebaiknya dihindari:

  • ❌ Menyuruh anak melakukan pose tertentu

  • ❌ Memaksa mereka agar diam

  • ❌ Marah saat mereka tidak mengikuti instruksi

  • ❌ Berteriak hanya untuk mendapatkan gambar

Yang sebaiknya dilakukan:

  • ✔ Biarkan momen mengalir

  • ✔ Tangkap apa adanya

  • ✔ Nikmati prosesnya

  • ✔ Siapkan kamera setiap detik

Kadang hanya ada satu foto yang benar-benar sempurna, dan itu sudah cukup.

Kesimpulan: 

Foto Terbaik Selalu Datang dari Keaslian

Memotret anak bukan hanya tentang teknis kamera. Ini tentang:

  • memahami dunia mereka,

  • menghargai spontanitas,

  • dan menangkap keindahan yang muncul tanpa rekayasa.

Dengan kesabaran, kesiapan, pencahayaan yang tepat, dan kemampuan membaur dengan mereka, Anda akan menghasilkan foto yang penuh cerita — bukan sekadar gambar.

Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan fotografi, praktikkan tips di atas dan terus belajar. Anda bisa memperdalam ilmu fotografi di HOP Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Penutup : 

“Setiap detik masa kecil tidak akan terulang. Jangan biarkan momen berharga itu hanya lewat begitu saja. Pegang kamera Anda — dan abadikan dunia mereka sebelum berubah.”

Ingin panduan fotografi lainnya? Tinggalkan komentar, bagikan pengalaman Anda, atau minta topik fotografi apa yang ingin dibahas berikutnya!


Sumber:

Ang, Tom. Digital Photography Masterclass. New York: Dorling Kindersley, 2016.

Busselle, Michael. Better Digital Photography. London: Collins & Brown, 2005.

Freeman, Michael. The Photographer’s Eye: Composition and Design for Better Digital Photos. Oxford: Focal Press, 2007.

Hedgecoe, John. The New Manual of Photography. London: Dorling Kindersley, 2011.

Kelby, Scott. The Digital Photography Book. Vol. 1–5. Berkeley: Peachpit Press, 2013.

Langford, Michael. Langford’s Basic Photography. 10th Edition. Oxford: Focal Press, 2010.

London, Barbara, and Jim Stone. A Short Course in Photography: Digital. New Jersey: Pearson Education, 2014.

Peterson, Bryan. Understanding Exposure: How to Shoot Great Photographs with Any Camera. New York: Amphoto Books, 2016.

Rowlands, David. “Children Photography Tips and Techniques.” Digital Photography School, 2020.

Sammon, Rick. Photography Secrets: How to Shoot Great Pictures. New York: W. W. Norton & Company, 2019.

Strobist. “Lighting 101: Understanding Light for Better Photography.” Strobist.com, diakses 2025.





 

Sabtu, 04 Februari 2017

5 Alasan Penting Mengapa Fotografer Serius Harus Mencintai Dunia Fotografi

       Fotografi bukan sekadar hobi. Bagi banyak orang, fotografi adalah cara melihat dunia dengan perspektif baru—lebih detail, lebih indah, dan lebih bermakna. Ada ratusan alasan mengapa fotografi menjadi aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan diri. Namun, dari sekian banyak alasan tersebut, ada 5 poin utama yang penting dan fantastis untuk Anda ketahui.

Mungkin Anda baru tertarik dengan fotografi tetapi merasa ragu untuk benar-benar terjun ke dalamnya. Atau mungkin Anda sudah lama memotret, tetapi ingin menemukan kembali semangat dan inspirasi. Apa pun posisi Anda saat ini, daftar alasan berikut bisa membuka mata Anda mengenai betapa berharganya dunia fotografi.

Tulisan ini disusun berdasarkan jawaban dari lebih dari 250 fotografer yang menjawab pertanyaan: “Apa yang pertama kali membuat Anda tertarik pada fotografi?” Dari pengalaman-pengalaman tersebut, tersusunlah rangkuman manfaat fotografi yang paling sering dirasakan dan paling bermakna.

Mari kita mulai.

1. Fotografi Menyimpan Kenangan Selamanya

Salah satu kekuatan terbesar fotografi adalah kemampuannya mengabadikan momen. Apa pun yang terjadi hari ini—senyum anak Anda, kilauan mata seseorang yang Anda sayangi, langit sore yang memukau—semua bisa disimpan, diulang, dan dihidupkan kembali melalui foto.

Di zaman kuno, kemampuan menangkap momen seperti ini mungkin akan dianggap sebagai sihir. Kini, setiap orang dapat melakukannya hanya dengan menekan tombol. Namun sayangnya, karena terlalu mudah, banyak orang lupa bahwa fotografi adalah hadiah besar bagi hidup kita.

Foto mampu membekukan waktu, menyimpan cerita, dan menjadi jembatan memori bagi generasi berikutnya.

2. Fotografi Melatih Kita Memperhatikan Detail

Menjadi fotografer—bahkan fotografer amatir—secara otomatis melatih Anda melihat dunia dengan cara berbeda.

Anda mulai memperhatikan:

  • arah cahaya,

  • detail tekstur,

  • garis dan pola,

  • harmoni warna,

  • bentuk dan komposisi,

  • ekspresi manusia.

Benda-benda yang sebelumnya tampak biasa tiba-tiba menjadi subjek menarik. Cahaya pagi, bayangan pohon, refleksi di kaca jendela—semuanya tampak baru dan penuh potensi.

Fotografi mengubah cara pandang Anda terhadap dunia. Dunia tidak lagi hanya terlihat, tetapi diperhatikan.

3. Fotografi Membuat Anda Menemukan Keindahan Setiap Hari

Saat Anda terbiasa memperhatikan detail, Anda akan mulai menyadari betapa banyak keindahan di sekitar Anda. Bahkan hal-hal yang tampak sepele dapat menjadi luar biasa ketika dilihat dengan mata seorang fotografer.

Keindahan itu bisa muncul dari:

  • bunga di tepi jalan,

  • cahaya matahari yang menembus jendela,

  • anak kecil yang bermain,

  • lansia yang tersenyum,

  • hujan yang turun perlahan di sore hari.

Fotografi membantu Anda menghargai momen kecil yang sebelumnya mungkin terlewat begitu saja. Anda menjadi lebih peka, lebih bersyukur, dan lebih menghargai kehidupan sehari-hari.

4. Fotografi Mengajarkan Anda Hidup di Saat Ini (Mindfulness)

Ketika memotret, Anda tidak bisa memikirkan hal lain. Anda harus hadir sepenuhnya pada momen itu—mengamati cahaya, mengatur komposisi, merasakan suasana, dan menunggu detik yang tepat.

Tanpa disadari, fotografi melatih Anda untuk:

  • fokus,

  • tidak terganggu,

  • menghargai waktu sekarang,

  • menikmati proses.

Fotografi membuat Anda mengalami dunia secara lebih intens. Setiap klik adalah bentuk mindfulness yang nyata.

5. Fotografi Anak-Anak: Menangkap Emosi, Rasa Sayang, dan Ketulusan

Anak-anak adalah subjek terbaik dalam fotografi. Mereka jujur, spontan, penuh emosi, dan memiliki cara memandang dunia yang unik.

Dengan memotret anak-anak, Anda belajar banyak tentang:

  • keaslian ekspresi,

  • spontanitas,

  • kebahagiaan sederhana,

  • cinta yang tak dibuat-buat.

Foto anak bukan hanya dokumentasi, tetapi juga warisan emosi. Kelucuan, kebersihan hati, tawa, dan rasa ingin tahu mereka dapat menjadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang melihatnya.

Dan satu hal yang pasti:
Tingkah pola anak yang lucu akan selalu tersimpan dengan baik dalam bentuk foto.

Kesimpulan

Fotografi adalah seni, hobi, sekaligus alat pembelajaran diri. Ia melatih mata, hati, dan pikiran. Anda tidak perlu menjadi fotografer profesional untuk merasakan manfaat besar dari dunia fotografi. Anda hanya perlu mencintai prosesnya.

Setiap orang bisa menjadi fotografer. Dan setiap foto memiliki makna.

Jika Anda ingin hidup lebih peka, lebih bahagia, lebih sadar, dan lebih menghargai momen—fotografi adalah salah satu cara terbaik untuk memulainya.






Sumber:

  1. Freeman, M. (2016). The Photographer’s Eye. Ilex Press.

  2. Berger, J. (2020). Understanding a Photograph. Penguin Classics.

  3. Sontag, S. (2001). On Photography. Picador.

  4. Peterson, B. (2013). Understanding Exposure. Amphoto Books.

  5. London, B., Stone, J. (2015). A Short Course in Photography. Pearson.

  6. Kelby, S. (2017). The Digital Photography Book. Rocky Nook.

  7. McCartney, J. (2022). “Mindfulness and Photography: Seeing the World with Awareness.” Journal of Visual Arts, 14(2).




Kamis, 02 Februari 2017

Hobi Fotografi dapat menghargai ciptaan Tuhan

Hobi Fotografi

Dulu banyak orang yang berangapan bahwa fotografi adalah sebuah hobi yang mahal yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai uang saja. Namun, sekarang fotografi sudah menjadi hobi umum yang bisa dinikmati oleh siapa saja yang punya ketertarikan kepadanya.

Memang tidak ada habisnya jika membicarakan tentang hobi yang keren ini.

Fotografi sekarang sudah berkembang dengan sangat cepat, mulai dari teknik memotret yang bermacam ragam, objek yang digunakan juga semakin banyak, hingga akhirnya berbagai bisnis yang menggiurkan dalam dunia fotografi.
Sekarang sudah banyak anak muda yang mulai melirik dunia fotografi dan ingin menjadi seorang fotografer. Sebelumnya, apakah kamu mengerti apa saja manfaat ketika kamu sudah menjadi seorang fotografer?
.
1.      Kamu bisa menikmati ciptaan tuhan dengan secara langsung
Disini lah kamu akan sering menggunakan alam ciptaan tuhan sebagai pemandangan yang indah sebagai objek pemotretanmu. Dengan memotret, kamu juga bisa menikmati keagungan tuhan dengan secara langsung, kamu akan bersyukur dengan ciptaan dan anugrah yang telah tuhan berikan kepada kita.
Contohnya, ketika kamu memotret di sebuah pegunungan atau pantai. Mungkin kamu merasakan keindahannya. Sehingga kamu bisa bersyukur dan sadar bahwa Tuhan mampu menciptakan bumi menjadi indah seperti ini.
2.      Bisa lebih peka dengan lingkungan yang ada di sekitar
Untuk kamu yang sebagai seorang fotografer, tentunya kamu juga ingin memotret lingkungan yang ada di sekitar rumah atau lingkungan sekitar, dengan rasa sengaja atau tidak sengaja, rasa kepedulianmu akan menjadi semakin besar yang beriringan dengan seringnya kamu memotret lingkungan yang ada di sekitar.
Orang lain mungkin tidak begitu sering memperhatikan lingkungan yang ada di sekitar, tetapi ketika kamu sudah menjadi seorang fotografer kamu akan mengerti dimana tempat pemotretan yang bagus di sekitar lingkunganmu. Jadi tahu mana jalan yang rusak dan harus di perbaiki atau mungkin ada rumah yang ada di sekitarmu sebenarnya indah namun rumah itu kurang bersih atau kurang perawatan.
Jadi, fotografer adalah hobi yang bisa menumbuhkan jiwa sosial terhadap lingkungan serta kamu mampu menambah kecintaanmu terhadap lingkungan.

3.      Tidak merasa takut ketika mencoba hal yang baru
Berawal dari sebuah ketertartarikan, dari situ kamu akan mencoba mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan fotografi. Serasa kamu tidak takut salah, seorang yang hobi memotret akan mempunyai rasa untuk selalu mencoba teknik dan trik yang baru agar lebih handal, dia akan terus belajar sampai benar-benar handal.
Secara tidak sengaja atau mungkin karena ketertarikanmu dengan dunia potret, dari situ kamu merasa tidak takut untuk memulai hal yang baru. Contohnya, ketika kamu ingin memotret di atas gunung, sehingga kamu harus mendaki gunung dengan tanpa rasa ragu.
4.      Menjadi sasaran ketika anda jenuh
 Fotografi ini juga bisa menjadi alat pengusir bosan bagi para fotografer, dan juga menjadi alat untuk istirahat dari dunia yang sibuk ini.
Kamu kamu seorang yang hobi memotret, pasti kamu setuju saya berpendapat bahwa hunting bisa menjadi cara yang jitu untuk mengusir rasa kejenuhanmu. Karna ketika kamu mengambil gambar, di saat itulah kamu bisa langsung menikmati hasil gambar tersebut.
5.      Fotografi bukan hobi biasa, tapi hobi ini juga bisa menghasilkan uang.
Sekarang jaman sudah semakin canggih, untuk mencari uang tidak harus dengan suasana yang terkekang oleh bos yang galak atau dengan jadwal jam kerja yang sangat padat. Kamu bisa merubah sebuah hobimu menjadi sebuah ladang untuk mancari uang, salah satunya ya ini sebagai fotografer.

Jika kamu bisa serius dalam belajar dan mengambil skill sampai kamu handal memotretnya, dari situ kamu bisa menghasilkan uang dengan keahlihan kamu itu. Kamu bisa menjadi pemotret ketika pre-wedding atau lebih-lebih kamu mempunyai studio foto sendiri.





Photografi dalam kondisi Covid-19

Kondisi covid -19 memaksa kita tidak bisa leluasa pergi kemana-mana.Namun banyak cara untuk menyalurkan hobi photografy. HOP memberika...